CIREBON – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon menggelar Forum Perangkat Daerah guna menyusun dan menyelaraskan Rencana Kerja (Renja) serta arah pembangunan daerah untuk tahun-tahun mendatang. Forum ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk menyelaraskan program antar Perangkat Daerah, menampung aspirasi masyarakat, serta memastikan pendanaan program prioritas berjalan sesuai dengan pagu indikatif yang ada.

Tahun 2027 ditetapkan sebagai fase akselerasi pertumbuhan ekonomi inklusif melalui penguatan sektor unggulan daerah, termasuk di dalamnya sektor pariwisata dan kebudayaan. Disbudpar menargetkan lonjakan kunjungan wisatawan mencapai 4.800.000 orang pada tahun 2026, dengan proyeksi kontribusi sektor wisata terhadap daerah sebesar 6,12%. Angka ini ditargetkan akan terus naik hingga menembus 5.000.000 wisatawan pada tahun 2030.

Pemerintah Kota Cirebon menyadari betul potensi daerahnya yang sangat kaya akan warisan cagar budaya seperti keraton,  hingga bangunan dan situs bersejarah. Selain itu, daya tarik wisata religi dan sejarah seperti Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa menjadi fondasi kuat, yang kini ditopang oleh melesatnya ekonomi kreatif, khususnya pada subsektor kuliner, fashion, kriya, dan seni pertunjukan.

Untuk mencapai target ambisius tersebut, Disbudpar Kota Cirebon telah merumuskan tiga strategi utama Rencana Aksi 2025-2030:

  1. Peningkatan Infrastruktur Pariwisata: Meliputi perbaikan aksesibilitas, amenitas, dan fasilitas di kawasan-kawasan strategis seperti Kawasan Wisata Keraton, Kota Tua, Terpadu Siliwangi, hingga Kampung Arab dan Cina.
  2. Promosi Pariwisata yang Efektif: Melalui peluncuran Calendar of Event, penyelenggaraan Cirebon Travel Mart (CTM), partisipasi dalam pameran kepariwisataan nasional, dan promosi masif di media digital maupun cetak.
  3. Penyusunan City Branding: Melalui penetapan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPARDA) 2026-2045, pengembangan tata kelola pariwisata berkelanjutan, serta penyusunan naskah akademik pengembangan destinasi Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).

Lebih jauh, arah pengembangan konsep pariwisata juga akan mencakup revitalisasi kawasan baru dan potensial, seperti aktivasi Kawasan Pegambiran sebagai Creative Hub & Entertainment dengan memanfaatkan ruang di bawah flyover menjadi ruang publik yang ramah. Selain itu, ada pula rencana pengembangan Wisata Bahari di area Pelabuhan Cirebon (Pelindo 2) dan aktivasi Sungai Kriyan.

Dari sisi pemajuan budaya, serangkaian agenda besar telah dianggarkan, seperti Festival Pesisiran Cirebon, Festival Cap Go Meh, hingga Festival Topeng Cirebon (Cirebon Mask Festival). Pelindungan cagar budaya juga menjadi prioritas lewat pemeliharaan Museum Keraton, Gua Sunyaragi, hingga insentif pemberdayaan juru pelihara.

Dengan sinergi dan kolaborasi program turunan unggulan Wali Kota ini, Disbudpar optimis dapat mendorong penciptaan lapangan kerja baru, menghidupkan seni budaya lokal, dan mewujudkan visi "Kota Cirebon yang Setara Berkelanjutan" pada tahun 2029.