DISBUDPAR – Ribuan warga memadati ruas jalan di Kota Cirebon pada Minggu (10/5/2026), untuk menyaksikan kemeriahan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda. Acara berskala regional yang kental akan nuansa tradisi ini sukses menyita perhatian publik dan menjadi momentum penting dalam kalender pelestarian kebudayaan serta promosi pariwisata di Provinsi Jawa Barat.
Mengusung tema agung “Mahkota Bertahta Cinta”, gelaran pawai budaya ini dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Suasana kirab berlangsung sangat semarak dan magis, terutama saat puncak acara menampilkan arak-arakan kereta kencana yang membawa Mahkota Binokasih, salah satu pusaka bersejarah dan simbol kebesaran serta kebanggaan masyarakat Sunda.

Di sepanjang rute perjalanan, antusiasme masyarakat tak terbendung. Warga dari berbagai kalangan tumpah ruah memadati tepi jalan untuk menyaksikan keindahan warisan tradisi Sunda yang sarat akan nilai estetika dan filosofi mendalam.
Selain menghadirkan pesona budaya lokal Cirebon, kirab ini juga menjadi panggung megah yang menyatukan kekayaan seni dari seluruh penjuru Jawa Barat. Tercatat, delegasi dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat turut berpartisipasi aktif memeriahkan acara ini. Masing-masing daerah menampilkan beragam kesenian andalan mereka, di antaranya pertunjukan memukau Tari Topeng, Tari Godek Ayu, hingga Tari Kadempling.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) memaknai penyelenggaraan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda ini bukan sekadar ajang perayaan atau tontonan hiburan semata. Di bawah arahan kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi, festival ini menjadi wujud nyata dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menjaga, merawat, dan melestarikan identitas serta warisan leluhur budaya Sunda. Tujuannya jelas, agar nilai-nilai luhur tersebut tidak lekang oleh waktu dan dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang.
Keberhasilan acara ini diharapkan dapat terus meningkatkan daya tarik pariwisata budaya, tidak hanya di Cirebon, tetapi juga di Jawa Barat secara keseluruhan, yang pada gilirannya akan menggerakkan roda ekonomi kreatif masyarakat setempat.